Operasional Angkutan Senbako Covid-19, Siapa Tanggung..?
Teka teki biaya operasional pengangkutan penyaluran sembilan bahan pokok (sembako) dampak covid-19 hingga kini belum ada kepastian sumber biayanya. Pihak berkompeten yakni Dinas Sosial yang berusaha dimintai klarifikasi ikhwal pembiayaannya hingga informasi ini di akses masih belum berhasil.
GOWA – Ditengah hiruk pikuknya pengaturan dan pembagian bantuan sembako di tingkat kelurahan dan desa, muncul suara ciutan dari beragam sumber baik di desa maupun dikelurahan. Pasalnya, mereka kebingungan dan tak tahu pembiayaannya ditanggung siapa.
Beberapa aparat desa dan kelurahan yang mengambil dan mengangkut sembako menyebutkan, pengadaan armada angkutan sembako sementara waktu ditanggulangi dan disiapkan desa/kelurahan termasuk membiayai tenaga kerjanya termasuk konsumsinya. Namun jadi teka-teki dikalangan mereka, apakah biaya operasionalnya tanggung sendiri atau ada sumber pembiayaan pengganti dari Kabupaten.
“Kalau desa tak terlalu banyak menanggung beban lantaran umumnya memiliki mobil truk angkutan, tapi kelurahan semua dibiayai baik pengadaan angkutan armada dan lain lain,” keluh salah seorang aparat kelurahan yang mengaku kewalahan dan kehabisan biaya.
Bahkan beberapa Kepala Kelurahan mengemukakan, beban biaya operasonal angkutan sembako sejak awal hingga sekarang ditanggung masing-masing. “Sangat merepotkan pertanggung-jawaban bantuan sembako yang tidak bersamaan ternasuk bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang banyak dobel.
Sementara Kadis Sosial Kab Gowa yang berusaha dan berulang kali dihubungi guna minta konfirmasinya ichwal biaya operasional angkutan sembako dan data yang tumpang tindih alias dobel, tak pernah berhasil. (Nur Alle/Burnas)
