Papan Reklame Dituding Rampas Hak Pejalan Kaki

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah untuk membangun pedestrian di sejumlah ruas jalan di kota Makassar. Hanya saja, jalur untuk pejalan kaki itu dirampas oknum yang membangun papan reklame di atasnya.

Tudingan itu bukannya tidak berdasar, seperti pedestrian bintang lima di jalan Pasar Ikan. Dalam menatanya, Pemkot telah menghabiskan biaya Rp. 1 milliar untuk membangun pedestrian, tapi faktanya masih terganggu beberapa papan reklame yang berdiri di tengahnya.

Camat Ujung Pandang, Zulkifly Nanda mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada pemilik usaha agar segera membongkar papan reklamenya yang menutup pedestrian, tetapi belum digubris.  “Kita sudah imbau semua, kita harap betul-betul ini diperhatikan, sebelum pihak Bapenda yang turun langsung membongkar,” ujar Zulkifly.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Irwan Adnan mengatakan, pihaknya telah memberi kesempatan kepada pengusaha untuk membongkar reklamenya yang menutup pedestrian. Kesempatan diberikan hingga akhir Februari ini.  “Jika melanggar harus dibongkar, jika izin pernah ada maka akan kita tinjau, karena izin reklame itu hanya berlaku satu tahun. Jadi tidak ada alasan tidak dibongkar,” tandasnya.(cep/R)