BudayaDaerahPendidikan

Pasar Liar Bikin Macet, Satpol PP dan Disperindag Tutup Mata..?

GOWA –  Warga masyarakat Kabupaten Gowa mempertanyakan sejumlah pasar ilegal yang memacetkan dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan utamanya jalan Nasional di Kampung Panciro di seputar persimpangan poros Barombong termasuk di poros Cambaya berbatas wilayah Kelurahan Mangalli dan Desa Je’netallasa Kecamatan Pallangga, Gowa, Sulsel.

Warga heran, keberadaan Pasar yang dibiarkan bebas berjualan, transaksi jual-beli dan eksis tanpa ada teguran atau menghentikan kegiatan transaksi ilegal yang sangat menggangu arus lalu lintas sejak lama.

Sejumlah pengguna jalan Propinsi-jalan Nasional yang acapkali melintas di jalur itu, tak habis berpikir pembiaran penjual dan pembeli bertransaksi menimbulkan kerawanan lalu khususnya di malam hari hingga pagi padat-ramai lalu lintas.

Apa sulitnya ditertibkan dan bahkan dihentikan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kepala Wilayah,(Camat/Lurah/Kepala Desa), apalagi ada Satuan Polisi(Satpol)Pamong Praja(PP,) koordinasi dan kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) karena mereka tanpa bayar pajak sebagai sumber pemasukan daerah. Kecuali ada oknum petik keuntungan alias sussung (bayar) di bawah tangan tanpa dilengkapi retribusi resmi.

Artinya, “jangan ada asumsi, pihak Satpol PP sebagai penegak Peraturan Daerah dan pengaman kebijakan Pemerintah Daerah dan instansi bertanggung jawab seolah ‘tutup mata’.

 Keluhan itu juga lahir dari pedagang di lokasi hasil penertiban samping Terminal Cappa Bungaya karena sepi pengunjung (pembeli) karena cenderung berbelanja di Panciro. Bahkan katanya, pagandeng sayur yang dominan warga Pallangga dan Barombong lebih memilih Panciro. Hal senada juga dikeluhkan Rustam Dg Naba Ridwan Dg Ngesa penjual sayur merasa prihatin menyaksikan dan mengalami kelesuan pembeli, konsumen.

Satpol  PP Gowa dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan.Bahkan, Camat Pallangga yang berusaha dimintai tanggapan dan pendapatnya, tak berhasil karena Sabtu libur dan telfon selularnya tak dimiliki.Kita lihat perkembangan.     (Omank)