Pemilih Siluman di Takalar ‘NO’ Kontraktor Siluman ‘YES’

‘ASPAL LAWELE Mubazir’ Ini bagian dari proyek miliaran yang hingga sekarang masih tak jelas status hukumnya.

Ketidakjelasan surat perintah kerja (SPK) sebuah proyek dilingkup Dinas PUD, ditambah ketidaktahuan pemberi proyek di Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) mulai dari tingkat pegawai (staf), Sekertaris Dinas PUD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga di tingkat Kadis. Tularan kebohongan itu terjadi sejak polemik Pilkada dengan tudingan pemilih ‘SILUMAN’ yang dibuktikan dengan ditolaknya semua gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

TAKALAR -Gambaran nama siluman dimaksud ternyata bukan pada pemilih saat pilkada, tetapi tertuju di kerja-kerja kontraktor yang tidak jelas perusahaannya. Itu terbukti dengan proses pekerjaan yang sudah rampung dalam lingkup sekertariat Dinas PU yang dikerja tanpa SPK.

Baik Kadis Alimuddin, Sekertaris Muh. Asdar maupun PPKnya Sumirra Naba tak tahu menahu siapa kontraktor yang kerjakan proyek SEKAT di Bidang Cipta Karya. Padahal faktanya, pekerjaan sekatnya sudah selesai meskipun dananya belum dicairkan. “Saya tidak tahu siapa yang kerja,” aku PPKnya, Sumirra Naba.

Hal senada juga disampaikan Kadis maupun Sekertaris selaku pemberi proyek. “Nanti kami cari tahu siapa kontraktornya,” ujar Kadis beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Kondisi itu kembali menjadi topik pembicaraan pada bincang lepas di kantin kantor Dinas PU, Selasa (18/7). Diperbincangan ini muncul kata siluman, yang ternyata bukan pemilih siluman tapi kontraktor siluman yang banyak di Takalar jelang akhir masa jabatan Bupati H. Burhanuddin Baharuddin. “Ada banyak masalah di proses lelang proyek, karena dari kontraktor hingga konsultannya tidak diketahui,” umbar pengunjung kantin.  (R)