DaerahPeristiwaTAKALAR

Pengemban BTN Rachita Ditengarai Tutupi Ancaman Pejabat

“Keberuntungan” kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal disebabkan layak atau mungkin tidak layak. Begitu kondisi dari sebuah progres transaksi dilingkungan Perumahan Rachita.

TAKALAR – Dugaan intervensi pejabat hingga pelecehan menjadi warna, meskipun akhirnya ditampik pengelolanya. Keadaan tersebut dipicu rasa keraguan akan berpengaruh pada pangsa pasarnya.

Konon cerita sumber, oknum pejabat kala itu membangun komunikasi dengan pihak pengemban satu permintaan untuk menyiapkan dana yang nilainya cukup fantastis. Namun pihak Pengemban di Rachita tak menyanggupi karena jumlahnya terlalu tinggi hingga terjadi tawar menawar.

Akhirnya dipenuhi 50 persen dari angka yang diminta dengan pemenuhan prasarat yang diajukan oknum pejabat ke pengemban.

“Pengemban takut dan memenuhi permintaan karena dibarengi ancaman akan mempersulit pengurusan administrasinya,” cerita sumber yang minta tidak disebutkan jati dirinya.

Namun pihak BTN Rachita melalui orang kepercayaannya “mantan Lurah Sombala Bella” menampik informasi dugaan intervensi dan pelecehan dimaksud.

Kalaupun ada kejadian jelas Dg Mangka (begitu akrab dipanggil bagian pemasaran BTN Rachita red.), hanya sebatas transaksi jual beli sejumlah petak kapling lokasi. “Jadi
tidak ada namanya intervensi, apalagi namanya pelecehan,” katanya dengan mimik menyembunyikan penggalan kronologi yang sesungguhnya.

Dipersoalan yang perlahan muncul dipermukaan, pihak Pengemban BTN Rachita Ditengarai tutupi adanya ancaman oknum pejabat di kontes administrasi. (cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *