Pengerukan Pasir Laut Berdampak Pada Warga Pesisir

Meskipun kapal pengeruk pasir Fairway sempat menghentikan pengerukannya selama tiga hari, namun akhirnya kembali beraktivitas dengan pengawalan dari Polair.

Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati menyampaikan, dalam melaksanakan operasi pengerukan, Royal Boskalis mengoperasikan kapal Fairway yang mempunya daya angkut sebesar 35 ribu kubik atau setara dengan 5833 mobil truk dengan kapasitas enam kubik. Dengan kapasitas sebesar itu, untuk dua hari tiga malam saja, pasir yang diangkut dari Laut Takalar jumlahnya mencapai 175 ribu kubik atau setara 29.167 truk.

“Itu dilakukan dengan lima kali bongkar muat. Pada saat bersamaan, keuntungan finansial dari sekali keruk dan bongkar muat mencapai Rp3,5 miliar. Artinya, perusahaan mendapatkan keuntungan finansial sebesar Rp17,5 miliar dari lima kali bongkar muat,” papar dia.

“Pengambilan pasir laut dalam jumlah yang sangat besar ini berdampak terhadap kerusakan laut di lokasi yang menjadi tempat pengambilan material pasir dan berdampak pada 4.690 kepala keluarga dari masyarakat pesisir yang tinggal di pantai Makassar.  (ml/R)