Pergub Taksi Online Sementara Dirembukkan

MAKASSAR – Masyarakat pengguna taksi di Kota Makassar sudah punya banyak pilihan. Untuk taksi berbasis online, selain Go-Car dan GrabCar, perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat, Uber, resmi beroperasi di Makassar, sejak 5 Mei lalu.

Terkait regulasi, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, persoalan taksi online melalui Peraturan gubernur (Pergub) masih sementara dirembukkan. Aturannya dikaji agar bisa mengakomodasi semua kepentingan. “Poinnya masih didiskusikan dengan Kapolrestabes. Agar memberi ketenangan khususnya untuk taksi konvensional. Tak ada lagi riak-riak konflik,” ungkap Syahrul.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Ilyas Iskandar mengatakan, terkait revisi 11 poin Permenhub, ada empat poin yang masih ditoleransi. Di antaranya, soal status perusahaan yang mengoperasikan taksi online, KIR kendaraan, kuota, dan tarif.

“Khusus persoalan tarif, tinggal menunggu keputusan dari Kemehub soal tarif ideal yang berlaku di Sulsel. Masih ada batas waktu hingga 1 Juni,” bebernya.

Pihaknya meminta sebelum ada keputusan resmi yang bersifat mengikat, semua pihak mestinya bisa menahan diri. Taksi online dan taksi konvensional diminta tetap beroperasi normal. “Ini persoalan rejeki atau urusan perut. Namun mekanisme atau aturan taksi online sementara dirancang. Jadi nanti tak ada lagi konflik,” tandasnya. (ar/R)