DaerahPendidikanTAKALAR

Pernah Positif Covid, Sekda Takalar Abaikan Himbauan Prokes….?

TAKALAR – Meskipun Sekertaris Daerah (Sekda) tak beri penjelasan terkait penggunaan Dana Insentif Daerah (DID), namun aksen lapangan menunjukkan adanya upaya Pemkab menghabiskannya dengan modul pelatihan. Padahal peruntukan anggaran tersebut untuk mendinamisasi atau memulihkan ekonomi pasca pandemi covid-19.

Setidaknya, realitas pemulihan covid untuk anggaran DID dominan digunakan pada kegiatan seremoni seperti pelatihan, bimtek dan sosialisasi yang sentra manfaatnya di sejumlah hotel di Makassar. Itu membuktikan, proses belanja dan transaksi keuangannya lebih menguntungkan pengusaha hotel di Makassar daripada masyarakat di Takalar.

Fakta lainnya, Pemerintah dengan tegas mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes) hingga mengarahkan seluruh komponen pemerintah melakukan sosialisasi dibeberapa titik keramaian, namun Sekda sendiri mengabaikan prokes.

“ Sekda cuek dengan himbauan protokol kesehatan, itu mungkin karena dia pernah positif covid,” contel warga di warkop hingga di group whatsapp.

Kata mereka, bagaimana mau diteladani kalau dirinya sendiri tak patuh aturan. Buktinya, saat Sekda di pertemuan koordinasi bagi LS/LP dalam rangka pemutusan mata rantai covid, sendirian tak menggunakan masker sebagai bagian dari prokes.   (cw)