Perseroda Dikabarkan “Mati Suri” Parkir di RSHPDN Baiknya Diputuskan

TAKALAR – Pasca pergantian nama dari Perusda menjadi Perseroda, aktifitasnya sudah tak lagi ada selain kerjasama pengelolaan parkir di RSHPDN yang juga tidak beri manfaat pada pendapatan daerah (PAD).

Angka pendapatan yang harusnya Rp20 juta perbulannya, terpaksa bagi hasil antara pihak RSHPDN dengan Perseroda masing-masing  Ro.10 juta perbulan.

Sementara Perseroda sendiri hingga hari ini bak ayam kehilangan induk. Direktur Perseroda Syarifuddin Rapi sudah mengundurkan diri karena mengaku tak mampu lagi memimpin Perseroda dengan kondisinya yang ada.

Pemerintah Daerah (Pemda) diharap menseriusi dan jadi mediator soal parkir di RSHPDN guna menyelamatkan pendapatan yang cukup besar setiap bulannya.

Pasalnya, pihak Perseroda yang melakukan kontrak kerjasama dengan RSHPDN mengkontrakkan lagi ke pihak ketiga hingga berimbas pada incam pendapatan. 

“Pengelolaan parkir di RSHPDN sebaiknya diberikan saja ke Dinas Perhubungan agar pendapatannya langsung masuk di Bapemda,” imbuh salah satu pengurus Generasi Sosial Peduli Indonesia saat bincang lepas dengan Trialief.     (lu/rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *