Perusda Dinillai Pilih Kasih Akomodir Pedagang
TAKALAR – Peran Perusahaan Daerah (Perusda) mengangkat pendapatan ternyata jauh panggang dari apinya. Pasalnya, inovasi yang dilahirkan bukannya memberikan solusi ekonomi bagi pedagang kecil, tapi menciptakan konflik antar pedagang.
Bagaimana tidak, pembangunan sejumlah kios atau lapak dalam area pasar sentral hingga kini masih terkesan mubazir. Pedagang yang di patok biaya sewa sepertinya tak berminat mengisinya, padahal sebagian dari mereka (pedagang red.) sudah melunasi kewajibannya sebagai penyewa.
Di lain pihak, kios yang sementara dalam proses perampungan menciptakan polemik tak berujung. Dimana pedagang kecil yang karatan jjualan di pasar sentral tidak diberikan ruang. Justru yang ada, kesan monopoli karena kedekatan terhadap pengelola (perusda).
“Kalau kami diharuskan melakukan sesuatu yang berlawanan nurani untuk bisa menyewa kios, akan kami komunikasikan dengan keluarga,” tegas salah satu keluarga Dg Ngalli (penjual bakso) asal desa Tindang, kecamatan Bontonompo Selatan.
Sumber lain juga menyebutkan, kalau perusda pilih kasih dalam pembagian penyewaan kios yang baru di bangun. (cw)
