Pesantren Wahyatullah Qurra Desa Lassang Dikeluhkan

POLUT – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam yang focus  mempelajari dan mendalami agama sebagai pedoman perilaku dikeseharian dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat. Kiblat itulah mungkin, hingga para pemuka agama membuat yayasan dan mendirikan sekolah agama (Pesantren) dengan orientasi murni pada pendidikan Islam, salah satunya Pendidikan Pesantren Wahyatullah Qurra.

Lokasi Pesantren yang memiliki santri lumayan banyak ini berada di Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar-SulSel yang konon di awal pendiriannya masyarakat berlomba mendaftarkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Wahyatullah.

Seiring waktu, pengelola Pesantren Wahyatullah mulai memperlihatkan karakter tak bersahabatnya terhadap orang tua santri-santriawannya dengan muatan aturan yang kurang bisa diterima orang tua santri.

Pasalnya, Pengelola Pondok Pesantren Wahyatullah dengan kewenangannya memberlakukan aturan yang cukup memberatkan orang tua santri dengan pungutan tak berdasar.

“Kami pernah mau melaporkan perlakuan Pengelola Pesantren ke Kemenag, namun waktu itu diurungkan dengan harapan ada perobahan,” ungkap salah seorang orang tua santri di trialief sore kemarin dengan mengungkap bentuk pungutan yang cukup besar nilainya.

Hingga informasi orang tua santri-santriawan ini terpublish, pihak pengelola Pondok Pesantren Wahyatullah Qurra belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Namun kata ortu santri (sumber red.), apa yang disampaikan ini bukan mengada-ada.

“Benar ada pungutan yang nilainya cukup besar yakni Rp 2 juta lebih persantri,” pungkasnya.   (chiwa)