BudayaDaerahTAKALAR

Polemik di PWI Takalar Meruncing, Nyau Bilang Ini

TAKALAR – Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang status demisionernya saat ini luangkan waktu bertandan di trialief sore kemarin, Sabtu (29/1). Kedatangannya mengutarakan kondisi internal PWI yang dinilainya sudah tak ber-etika lagi dengan melakukan kegiatan yang tidak procedural.

Kata dia (Maggarisi Sayyed red.), dirinya bukan berkeinginan membuka prilaku oknum di internal PWI yang aksennya ‘Over’ tetapi berharap ada kesadaran untuk senantiasa duduk bersama sebelum melakukan kegiatan.

Apalagi katanya, kegiatan yang tengah dilakukan pengurus PWI terpilih sudah keluar dari etika jurnalis dengan menjadikan lembaga profesi sebagai leading bisnis dengan memproduksi satu barang dan memperjual-belikannya.  

Dijelaskannya, nilai rupiah penjualan kalender tahun 2022 yang di patok Rp100 ribu per-sekolah merupakan bentuk paksa karena menjadi kewajiban. “Itu dilakukan melalui masing-masing Korwil kecamatan,” jelas Dg Nyau sapaan Maggarisi Sayyed yang mengutarakan dirinya tidak akan pernah diam dan bakal melakukan sesuatu jika diabaikan.   (rd)