DaerahHukumPolitikTAKALAR

Polres Dinilai Tak Adil Memproses Soal Insiden DPRD Takalar

Proses hokum yang tengah berjalan terhadap soal insiden di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hingga Ir. H. Andi Noor Zaelan ditersangkakan masih menjadi ajang bincang yang tak berujung. Bagaimana tidak, hamper semua komponen menyalahkan Ketua DPC PDI Perjuangan terkait insiden perkelahian tersebut.

TAKALAR – Padahal kata mereka (masyarakat pendukung red.) siang tadi yang silih berganti membesuk dan sekaligus memberikan semangat kalau masih ada yang setia berada di belakang tokoh idolanya.

Kedatangan ratusan pendukung fanatik Andi Ellang panggilan akrab Legislator PDI Perjuangan tersebut tidak lain karena menurut pemikiran mereka, penahanan Ketua PDI Perjuangan tersebut terlihat ada kesan ketidak adilan dalam penanganan kasus ini oleh penyidik Polres Takalar.

“Kita harus pertanyakan kepada pihak Polres, kenapa mereka sama-sama melaporkan perkelahian itu, lantas hanya Andi Ellang  yang terlihat di proses ?.” ungkap mereka, Senin Siang tadi.

Praktisi Civill Society dan Aktivis Pro Demokrasi, Albertus George yang hadir ditengah pembesuk juga menilai, Perkara Pidana Pada Perkelahian Sesama Anggota DPRD Kabupaten Takalar terkait penahanan Andi Noor Zaelan sedikitnya ada kejanggalan dan terkesan tidak adil.

“ Saya melihat dalam hal ini Kapolres dan Penyidik Polres Takalar pada kasus tersebut bersikap tidak profesional dalam artian terindikasi tidak adil dan terindikasi tebang pilih karena posisi Andi Noor Zaenal juga melakukan pelaporan ke Polres Takalar yang dilaporkan adalah JN dan BS yang terlibat perkelahian dan diduga penyebab terjadinya perkelahian,” ungkapnya Albertus.

Itu artinya lanjut Albertus, insiden perkelahian dipicu adanya perdebatan komposisi struktur  Pansus DPRD Takalar untuk mengkaji dalam hal ini menerima atau menolak LKPJ Bupati Takalar, yang dinilai oleh Andi Noor Zaenal  bahwa kinerja Bupati Takalar sangat buruk dan secara prosedural melanggar peraturan perundang-undangan.  ©