Polres Proses Kasus Penganiayaan di Galesong Utara

GALESONG – Keluarga Rahmat Hidayat (korban) berencana akan mengambil pengacara untuk mendampingi kasus penganiayaan anak dibawah umur selama dalam proses penyidikan dan penyelidikan hingga ke meja hijau agar penegak hukum dimata whon cilik tidak ada perbedaan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu tetap salah.
Dan kasus penganiayaan terhadap adik kandung saya, Rahmat Hidayat saya akan buktikan bahwa pelaku penganiayaan tersebut adalah Kades Aeng Towa, Muh. Junaid Ruppa.”Saya sekeluarga berharap agar pelaku penganiayaan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ungkap Yusuf mengharap agar Komnas Perlindungan Anak dapat mengulurkan bantuannya.
Kanit PPA Polres Takalar, IPDA muhammad Hatta SH saat di hubungi ponselnya membantah kalau pihaknya tidak menseriusi kasus perkasus khususnya penganiayaan di Galesong Utara (Galut).
Dalam penyidikan dan penyelidikan kata Hatta, setiap kasus semua orang sama di mata hukum, tidak ada yang dibeda-bedakan. Namun satu hal yang masyarakat perlu memahami, dalam penanganan setiap kasus butuh proses dan terkait kasus penganiayaan anak dibawah umur, Rahmat Hidayat (14) yang di duga pelakunya adalah kades Aeng Towa, Muh. Junaid Ruppa akan di proses.
“Kami akan memproses berdasarkan dengan hukum dan tanpa tendensi dari pihak manapun, karena saya bekerja dengan independen,” tegas Hatta.  (malo/R)