Proyek Kedelai di Bone Diduga Dimanfaatkan Distan

BONE – Proyek pengembangan kedelai TA 2015 menggunakan APBN sebesar Rp. 63 miliar ke 1.320 kelompok tani dengan luas lahan 33.000 Ha diduga bermasalah. Pasalnya, anggaran yang seharusnya dikucurkan kepada setiap kelompok tani tidak sesuai petunjuk karena petani hanya diberi Rp. 7 juta hingga Rp. 8 juta dari jatah Rp. 48 juta.

Asusumsi pembelian barang yang dilaukan pihak Dinas Pertanian, harga barangnya dinilai tidak sesuai dengan jumlah dana yang diambil pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bone dan diduga terjadi mark up.

Dalam proyek tersebut, diduga terjadi mark up pada pembelian bibit, resobium, pupuk dan lainnya.

Karena selain harga barang yang diduga ditilep, diduga pula terjadi mark up lahan. Dimana, luas areal tanam kelompok tani tidak sesuai luas areal taman yang direalisasikan.

Ketua Umum Lembaga Yayasan Bantuan Hukum Mitra Indonesia Mandiri (YBH MIM), Hadi Soetrisno, SH mengatakan, pihaknya sementara merampungkan data dan keterangan untuk dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Memang kami sementara merampungkan pengumpulan data dan bahan keterangan. Setelah rampung, saya akan antar langsung laporannya ke KPK,” kata Hadi.

Proyek tersebut lanjut Hadi, dinilai merugikan keuangan negara miliaran rupiah karena banyak dugaan terjadi pelanggaran hukum pada proyek tersebut. “Anggaran Rp.63 miliar. Dana itu tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Dampaknya bisa merugikan keungan negara puluhan miliar,” ucapnya. (ar/R)