Ratusan Warga Galesong Raya Menyerbu Kapal Fairway

TAKALAR – Dengan menggunakan puluhan perahu Patorani dan Jolloro, ratusan warga dari empat Desa di Kecamatan Galesong Selatan yakni Desa  Mangindara, Kalukubodo, Bontomarannu, dan Popo melakukan aksi perjuangan melawan pengerukan pasir. Niatnya, ingin meminta keterangan dari para kru kapal Fairway pengeruk pasir terkait dengan aktifitas pengerukan ilegal yang mereka lakukan minggu, 18/6 sekira pukul 20.00 Wita.
Saat puluhan kapal nelayan mendekati kapal, mereka disambut dengan klakson yang berbunyi sangat keras yang bersumber dari kapal Fairway. Melihat kedatangan para warga yang berniat meminta keterangan. Pihak kapal Fairway justru tetap melajukan kapalnya sehingga hampir menabrak kapal nelayan yang berukuran puluhan kali lebih kecil.
Kapal yang berukuran 230 X 38 meter ini tidak mengindahkan niat masyarakat yang ingin merapat sehingga sempat terjadi perlawanan dari warga. Dengan menggunakan batu, ratusan warga ini mencoba menghentikan laju kapal dengan melempari lambung kapal. Bunyi kemerincing dinding kapal yang berbenturan dengan batu semakin membuat dramatisir perjuangan warga tersebut. Kapal yang di operasikan Royal Bolkalis dari Belanda ini dengan cepat mengangkat alat keruk yang berukuran raksasa dari dalam laut sehingga hampir saja menenggelamkan puluhan kapal warga. Kapal pengeruk ini terus melaju dan kabur menuju kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) Makassar. Ratusan warga yang datang meneriaki kapal raksasa tersebut.
Menurut salah satu tokoh masyarakat, H. Mone, seandainya aktifitas pengerukan pasir ini benar dan punya dasar hukum tentu mereka tidak akan kabur. “Mereka kabur dan pergerakan kapalnya sangat membahayakan warga,” ungkapnya.    (malo/R)