Reskrim Terkesan Tutupi Kasus Pengrusakan Rumah di Moncongkomba

Ini korban yang dirusak rumahnya, Manrajai Dg Ngawing saat berada di redaksi trialief

TAKALAR – Kasus pengrusakan rumah warga desa Moncongkomba, kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) yang ditangani Polres Takalar 15 Pebruari 2017 lalu hingga kini masih mengendap. Kasat Reskrim terkesan tutupi  persoalannya dengan asumsi tak cukup saksi luar. “Saya bosan dengan janji Polisi, yang hingga sekarang belum mengirim BAPnya ke kejari,” kesal korban Manrajai Dg Ngawing di trialief.

Padahal kata Dg Ngawing, penyidik mengaku kalau kasus tersebut sudah bisa dikirim ke kejaksaan. Hanya saja jelas korban pengrusakan ini, Kasat Reskrim yang bertahan untuk tidak melimpahkan kasusnya karena dianggapnya tidak ada saksi luar.

Kasat Reskrim, AKP Alimuddin yang dikonfirmasi via ponselnya menjelaskan, kalau kasusnya tetap di proses lanju. Hanya saja kata dia, untuk sementara kita akan bentuk Tim penyidik baru. Karena penyidik lama, hampir keseluruhan dari Tim penyidik dimutasi.

Dijelaskan Kasat, Setelah melewati rapat kecil di Polres, kami akan membentuk Tim Baru dan akan diajukan lagi ke Kapolres yang baru.  “Dari hasil rapat kecil, untuk tetap memanggil penyidik lamanya guna ditindak-lanjuti. Insya Allah dalam waktu dekat akan kembali ditindak-lanjuti,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pengrusakan rumah di desa Moncongkomba, kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) menurut korban, dilakukan oleh oknum Amiruddin Dg Lulung, Lomba Dg Tona, Pasima Dg Tutu dan beberapa warga lainnya sejak 15 Pebruari 2016 lalu hingga sekarang belum ada kejelasan hukumnya.   (cw)