SMPN 2 Galesong Pungut Biaya SKL ke Siswa

TAKALAR  – Lagi-lagi dunia pendidikan menjadi viral di media sosial (Medsos) tapi bukan keberhasilannya menamatkan siswa dengan prestasi, tetapi melakukan pungutan terhadap siswa. Kali ini, pungutan liar (pungli) terjadi di SMPN 2 Galesong, kabupaten Takalar.

Informasi menyeruak kalau orang tua siswa mengeluhkan sikap terjang kepala sekolah (Kasek) SMP Negeri Galesong Selatan, Syamsuddin, S. Pd. Dimana siswanya yang baru mengikuti ujian dibebani biaya untuk  pembayaran Surat Keterangan Lulus (SKL) sebesar Rp 20 hingga Rp 30 ribu persiswa senin, 5/6.

Menuut keterangan orang tua siswam Jamaluddin Ago semua siswa tidak akan di berikan SKL kalau tidak membayar Rp 30 ribu. Padahal kata dia, apapun bentuk alasannya siswa tidak bisa diperlakukan dengan semena mena karena pungutan liar sangat merusak citra pendidikan gratis.

Selain pembayaran SKL, kasek juga membebani siswa pembayaran pengambilan Ijazah yang sudah kurang lebih dua tahun tamat di SMP Negeri 2 Galsel.  (malo)