Soal Bansos Bukan di Dinsos, Tapi Pelayanan di Bank Mandiri
TAKALAR – Keluhan warga penerima manfaat bantuan sosia (Bansos) ternyata bukan di Dinas Sosial (Dinsos), tetapi fokus pada pelayanan di Bank Mandiri yang dinilainya tak maksimal. Bagaimana tidak, pembatasan layanan warga penerima Bansos di Bank Mandiri sebanyak 15 orang perharinya jauh dari harapan dihitung dari jumlah 10 Kecamatan.
“Maaf, bukan kami membela Dinsos tapi persoalannya bukan disitu,” kata warga penerima manfaat Bansos yang mengaku tidak dapat pelayanan saat dirinya ke Bank Mandiri Cabang Takalar beberapa hari lalu.
Diutarakan warga, pihak Bank Mandiri menyuruhnya pulang saat dirinya menanyakan perihal kartu miliknya yang tidak aktif lagi. “Pulang saja dulu,” curhat warga di Trialief.
Cuitan warga miskin inipun dibenarkan salah satu pendamping. “Benar, apa yang dialami warga penerima bansos di Bank Mandiri wajarlah dikeluhkan karena tidak dilayani dengan baik hingga disuruh saja pulang.
“Kasihan warga yang rumahnya jauh dan keluarkan ongkos tapi tak dilayani bahkan disuruh pulang,” terang pendamping.
Setahu kami ungkapnya, kartu yang tidak aktif apalagi terblokir tak guna di Dinsos maupun di operator. Karena yang tahu dan bisa mengaktifkan serta membuka blokirnya, hanya pihak Bank.
“Kami selalu siap dampingi warga penerima manfaat di kondisi apapun” pungkasnya.
Dilain pihak, salah satu lembaga swadaya masyarakat (GSPI) juga bertugas siap mendampingi. “Jika diperlukan, kita aksi di Bank Mandiri,” tegasnya. (chiwa)
