“Soal yang Bocor” Itu Ulah ‘Saleang’ Bercokol di Interpelasi
TAKALAR – Bertebarannya lembar tanda tangan sejumlah anggota dewan persiapan menuju hak angket sebelum hasil sidang paripurna sebagai landasannya merupakan jurus cadangan persiapan dan kesiagaan pengusung interpelasi. Hanya kecolongan karena ketidak-waspadaan terhadap musuh dalam selimut yang konotasi binatangnya, se-ekor ‘Saleang’.
Apa itu Saleang…? Adalah binatang yang tinggal dan bersarang di bantal (tempat tidur), kursi dan tempat strategis perabotan lainnya. Binatang yang diketahui kutu busuk ini, perilakunya memang mengusik meskipun tidak membunuh langsung mangsanya.
Hak interpelasi yang marwahnya transparansi untuk memberikan jawaban terhadap kinerja pemerintah akhirnya dicederai oleh pelaku sosok beridentik ‘saleang’ dengan membocorkan komitmen internal. Tidak membunuh, tapi menebarkan aroma busuk yang diketahui sangat busuk tapi tetap di cium saat orang berhasil membunuhnya.
Alhasil, meski dibuli dengan kebocoran ulah ‘Saleang’ para pengusung interpelasi tetap menjalankan tugasnya Jum’at kemarin meskipun yang hadir hanya pelaksana harian (PLH) Sekda yang oleh juru bicara, H. Muh. Jabir Bonto diperkenalkan selaku ‘Bupati Palsu’.
Paripurna yang dihadiri dan disaksikan ratusan masyarakat dari berbagai kalangan cukup memberikan gambaran tidak bertanggung-jawabnya seorang pemimpin untuk hadir. Alasannya, wallahualam bissawaf. (cw)
