Solusi Cerdas Bangun Pangan, Pemkot Lempar Program Bulo

MAKASSAR – Pemkot bangkitkan partisipasi masyarakat dengan mengoptimalkan lahan pekarangan di 7.520 lorong di Makassar. Wali Kota Makassar, M Ramdhan Pomanto  seriusi dalam mengelolah potensi yang dimiliki masyarakat Makassar.

Dari sinilah Pemkot mencetuskan Konsep Badan Usaha Lorong (Bulo). “Pak Wali Kota berpikir modal sosial itu mesti ditingkatkan lagi. sudah bukan lagi untuk kebutuhan pangan dan gizi tetapi sudah dalam tataran yang lebih tinggi lagi, yaitu bagaimana peningkatan pendapatan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar,  Sri Sulsilawati.

Program Bulo kata Sri Sulsilawati, sebagai solusi cerdas dalam membangun ketahanan pangan, bagaimana peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat. Tercatat ada 7.520 lorong yang potensial  dimanfaatkan masyarakat untuk penanam cabai. Sebab saat ini luas area pertanian di Makassar semakin sempit,  tinggal 2.600 kubik.

“Yang itu pun kita pikir-pikir tidak lama menjadi beton untuk pengembangan perkotaan, maka solusi cerdasnya ya dengan program Bulo,” tambahnya.

Dipilihnya cabe sebagai tanaman untuk lorong-lorong, sebab kata Sri Sulsilawati, waktu itu Danny Parmanto berpikir cabai adalah penyumbang inflasi kedua terbesar di Sulsel, bahkan tingkat nasional. Selama ini harga cabai  mahal, sehingga bernilai ekonomis tinggi.

Dalam program bulo itu, masyarakat menanam cabai kemudian didorong oleh komunitas kolompok petani lorong, dalam memfasilitasi masyarakat untuk pengembangan-pengbangan insdustri cabainya. (ar/R)