Suara Kritis Warga di Desa Banyuanyara Mulai Terdengar
SANROBONE – Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone kini mulai diperbincangkan berkait kondisi, karakter Pemerintahannya hingga hingga privasi Kepala Desanya. Ikhwalnya, dari kontes politik memunculkan kontroversi yang ditengarai sangat diskriminatif.
Kabar mengendus baik melalui media sosial maupun langsung dari warga di Banyuanyara kalau pemimpinnya (Kades red.) tak lagi senyaman dulu. Perubahannya kata warga di Banyuanyara, perlakuan bahkan kelakuan bergeser tak jauh dari 180 derajat.
“Mungkin itu pengaruh politik,” ungkap warga setempat.
Dilain hal, warga juga menyampaikan selain pengaruh dari kepentingan politik calon legislatif (caleg) tertentu, beberapa item pekerjaan yang bersumber dari dana desa juga sepertinya dijadikan alat mendapatkan untung seperti pembangunan plat Dekker dan rehabilitasi irigasi.
“Kami berharap, instansi terkait ada peduli dan perhatian sebagai bentuk keseriusan adanya aspirasi masyarakat untuk ditindaklanjuti,” harap warga yang diwakilkan ke salah satu komunitasnya di Trialief.
Sementara Kades Banyuanyara yang berusaha dihubungi via ponselnya, tidak berhasil. (c/rd)
