Tabungan Terpotong, Nasabah BNI Mengaku Tertipu

ENREKANG – Seorang Nasabah BNI Capim Enrekang, Suharso Syam merasa sangat kecewa, lantaran uang tabungannya di Bank tersebut, dipotong setiap bulan Rp.634.100/bln. tanpa diketahuinya.

Suharso yang juga sering disapa Ohe’, selanjutnya mengatan bahwa kasus pemotongan dana simpanan via rekeningnya, ketika dirinya menerima pemberitahuan lewat SMS banking dari BNI yang terdebit secara otomatis, nampak tertera dalam table tersebut ada pemotongan sebanyak Rp. 634.100 dari Asuransi Kesehatan BNI Lise.

“Setelah saya cek diburek, Saya kaget, dan kecewa, ternyata betul ada pemotongan, bahkan disebutkan sudah angsuran yang ke 11, sementara saya tidak pernah masuk askes, dan notifikasi pemberitahuan SMS yang masuk ke telpon genggamnya juga baru yang pertama kali”beber Ohe’. Sabtu, (30/9/2017).

Ketika dirinya melaporkan kejadian tersebut kepada Bank terkait, justru ia mendapatkan jawaban yang lagi2 tidak masuk akal, “mungkin bapak pernah dihubungi lewat telpon oleh kantor BNI pusat pak”, spontan dijawabnya “tidak pernah pak”.kata Ohe menirukan.

Merasa sudah mumpung kerterlanjuran di potong ia menawarkan untuk di lanjutkan saja sampai cukup 1 tahun baru stop, karena memang jangka waktu jatuh temponya hanya 1 tahun.

Tawaran Ohe’ tersebut juga sama saja, setali tiga uang, bisa berhenti tapi sisa yang diterima hanya15 persen saja, “Bisaji berhenti tapi yang di terima sisa 15 persen mami”ucap ohe’ dongkol.

Jumlah kerugian yang ditanggung Ohe’ selama 11 bulan, ulah penarikan yang tidak sesuai prosedur, itu secara otomatis ia telah dirugikan lantaran menabung di BNI sebesar Rp.6.941.000, tanpa pernah disadarinya.

“kalau tidak ada penyelesaian dari pihak BNI, maka hal ini akan saya bawa ke Rana hukum, laporan tindak pidana penipuan.”tutup Ohe”. (Zaini).