Tak Tersentuh Interpelasi, Kuda Ini Tetap Merumput
TAKALAR – Suara bising kendaraan hingga teriakan aksi demonstrasi di Gedung DPRD tidak menjadikan kuda yang sedang asik merumput di lapangan H. Makkatang Dg Sibali kehilangan selera makan. Dengan rakusnya, dia tetap melahap rerumputan yang kesuburannya terbilang belum mapan.
Namun kuda ini tetap tidak mau tahu, setiap harinya merumput tanpa pernah mau tahu kalau lapangan itu bukan diperuntukkan dirinya. Padahal, lapangan itu dibiayai bukan untuk rerumputan kuda (ternak), tetapi diperuntukkan kaum manusia beraktivitas.
Lalu siapa yang musti disalahkan, karena kuda bukan manusia yang dilengkapi rasa dan perasaan hingga ada rasa malu.

Interpelasi yang digadang-gadang cikal bakal memberikan cahaya kehidupan lebih baik, sepertinya tak bermakna di mata kudayang tetap asik merumput dan mengotori lapangan dengan kotorannya. Pemandangan jorok itupun terlihat jelas oleh manusia yang setiap harinya beraktivitas olah raga di lapangan, namun tak berani bicara.
Mungkinkah mereka (yang beraktivitas red.) takut ringkikan kuda saat mendekat…? Atau takut sentakan kaki kudanya yang sewaktu-waktu terjadi…? Wallahualam Bissawaf, lihat saja pertumbuhan rumput jelang musim hujan.
Jelasnya, Di Jum’at lalu, Juru Bicara Interpelasi H. Muh. Jabir Bonto yang juga Wakil Ketua DPRD menggelorakan kalau yang hadiri rapat paripurna interpelasi DPRD adalah Bupati Palsu. (rd)
