Telisik Piutang Syamsari, Diduga Ada Unsur Gratifikasinya

TAKALAR – Menelisik laporan tertulis Gassing Rapi terhadap pengambilan uang H. Syamsari Kitta yang berkonotasi piutang, nampak ada yang mengganjal dan mengarah pada dugaan terjadinya gratifikasi. Bagaimana tidak, ada pengambilan uang yang dilakukan Syamsari melalui Muh. Irsan sebesar Rp1,2 miliar tertanggal 1 Maret 2018 di Galesong.

Artinya, perngambilan uang dilakukan pasca pelantikannya sebagai Bupati Takalar terpilih tanggal 22 Deseber 2017 atau kurang lebih 3 bulan Syamsari Kitta resmi menjabat Bupati Takalar.

Seperti diberitakan sebelumnya, nilai utang Syamsari sebanyak Rp3,7 miliar dengan rincian, 15 November 2017 sebesar Rp600 juta yang diterima Muh. Irsan.T berupa cek tunai, 11 Desember 2017 sebesar Rp1,4 miliar yang diterima Abd. Kadir disaksikan ajudan Dg Romo dan tgl 14 Desember 2017 sebesar Rp500 juta diterima Abd. Kadir di Perumahan Tanjung Bunga Makassar serta uang Rp1,2 miliar pada tgl 1 Maret 2018 yang diterima langsung Muh. Irsan di Galesong. (cw)