DaerahHukumTAKALAR

Terkait Fee Proyek, Bupati Belum Berhasil Ditemui

Pengakuan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan, Rahmadi Kulle terkait ‘fee proyek’ yang katanya sudah diminta untuk diselesaikan masih belum ada kejelasan ‘atas perintah siapa’. Namun informasi bergulir, tidak mungkin perintahnya Kepala Dinas (Kadis), lalu siapa…..?

TAKALAR – Trialief sepekan terakhir hingga hari ini, Senin (7/3) berupaya menemui Bupati H. Syamsari Kitta untuk dimintai klarifikasi adanya issu yang menyebutkan kalau soal fee, itu ada keterkaitan dengan Bupati.

“Hanya beliau yang memiliki prerogatif di ranah itu,” ujar sumber di kantor Bupati dan mengarahkan untuk komunikasi langsung dengan beliau (Bupati maksudnya red.).

Namun, lagi-lagi Bupati tidak berada di kantornya. “Beliau belum masuk,” ujar pegawai di kantor Bupati, Senin (7/3) semabari berlalu.

Sekedar diketahui, munculnya kepermukaan bahasa Pengumpul Fee bukan mengada-ada dan terkesan fitnah, tapi kata pengumpul tersebut lahir di suatu perbincangan lepas di lingkup kantor Dinas Pendidikan.

Waktu itu (beberapa hari lalu) di kantor Dikdas, terbangun komunikasi dengan sejumlah jurnalis yang turut hadir Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Rahmadi Kulle.

Dari diskusi lepas tersebut, tanpa sadar ataupun mungkin sengaja muncul keluhan ‘penyetoran’ fee proyek yang belum dibayarkan.

“Saya sudah dipanggil dan di desak untuk menyelesaikan fee proyek,” ungkap Kabid Disdak waktu itu meskipun tak sebutkan dengan siapa dia menghadap dan mendesaknya. (c)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *