Terpisah Dari Rombongan, Jemaah Takalar Tertipu

Jemaah Takalar Tertipu
MEKAH, TRI ALIEF – Memasuki minggu ketiga jemaah haji dari berbagai negara, termasuk jamaah yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia sudah memasuki kota Mekah. Seperti biasa, para jemaah masih rutin melaksanakan ibadah-ibadah sunat di Masjidil Haram.

Seperti jamaah haji umumnya, jamaah haji asal kabupaten Takalar melakukan aktifitas yang sama. Walaupun kondisi mereka banyak yang mengalami gangguan kesehatan seperti batuk dan flu ringan.  Bahkan salah seorang jamaah asal dusun Kunjung, desa Banyuanyara, kecamatan Sanrobone, Abd. Rahim Bin Paharu saat ini mengalami perawatan khusus dengan melakukan kontrol di Rumah Sakit oleh tim medis setempat.

Selain gangguan kesehatan juga terdapat 2 orang jemaah kabupaten Takalar mengalami kehilangan uang (tertipu) saat terpisah dari rombongan. Kedua jemaah masing-masing Abd. Halid Bin Lontara asal kelurahan Patte’ne, kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) dan Tahir Dg Tinggi Bin Padde asal desa Ko’mara, kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut).

TPHD kabupaten Takalar menghimbau dan menyarankan kepada seluruh jamaah agar lebih berhati-hati bila berada diluar hotel, serta menjaga kondisi fisik melalui pola makan teratur dan memperbanyak istirahat. Hal itu sangt penting jelas Muh. Idris Leo, karena tinggal beberapa hari lagi (8 dzulhijjah – 10 september) jamaah akan menuju Arafah untuk Wukuf. ” Persiapan wukuf dilaksanakan melalui rapat dan penjelasan tentag teknis pelaksanaan wukuf,” jelas Wakil Ketua DPRD ini yang sedanb melakukn survey bersama PPHI, ketua-ketua rombongan ke Mina, Arafah dan Muzdalifah.

Khusus untuk yang kehilangan uang kata Dg Leo, jemaah mengumpulkan uang (seikhlasnya) yang dikoordinir ketua regu untuk diberikan kepada kedua orang jemaah korban penipuan. (cw)