‘Tidak Transparan’ Rehab SMPN 3 Polsel Diduga Salahi Bestek

Proyek rehabilitasi RKB SMPN 3 Polongbangkeng Selatan (Polsesl) diduga dikerjakan asal jadi karena pihak pengelola tidak transparan terhadap penggunaan anggaran.
TAKALAR, Perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap pendidikan tak perlu lagi diragukan, karena setiap tahunnya anggaran untuk meningkatan kualitas hasil didik terus dikucurkan khususnya fasilitas pendukungnya seperti perbaikan RKB. Hanya saja, pihak pengelola (Kepsek) seringkali kerja sendiri atau tidak transparan terhadap penggunaan anggarannya seperti yang terjadi di SMPN 3 Bontokadatto, kecamatan Polsel.
Ssekolah Menengah ini mengerjakan rehabilitasi ruang kelas belajar (RKB) sebanyak dua ruang yang terkesan dikerja asal asalan dan tidak transparansi sehingga kuat dugaan bahwa rehabilitasi ruang kelas belajar di SMPN 3 Bontokaddatto  dikerja tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belajar (RAB). Itu terlihat kata Tim Investigasi Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK), Supahrin Tiro saat bertandang di sekolah tersebut.
Menurut Koordinator LSM Arak ini, pihaknya melihat pada kegitan rehabilitasi beberapa keganjalan pada kegiatan rehab, dimana pada pengerjaannya ada beberapa kayu yang digunakan sebagai rangka kuda kuda dan kusennya hanya dicat kembali sehingga terlihat baru kembali.  “Kami akan mengumpulkan semua bukti bukti untuk menjadi dasar laporan di penegak hukum nantinya,” pungkasnya.
Sementara Kepala sekolah SMPN 3 Bontokaddato  Jalaluddin maupun PPKnya Malik Gassing menyampaikan kalau kegiatan proyek dimaksud tidak ada masalah. “Dalam waktu dekat, akan turun tim untuk melihat dan memeriksa langsung di lapangan,” keliak Malik yang mngaku sudah membentuk tim.    (R)