TPID Gelar HLM dan Pelaksanaan Monitoring Pasar

TAKALAR – Mengantisipasi kenaikan harga jelang Pemilu 17 April mendatang, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) gelar High Level Meeting (HLM) dan pelaksanaan monitoring pasar di Ruang Galery, Rabu (10/4).

Haedar memaparkan, sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga khususnya pada harga beras yang menurun dari harga Rp 8.000 menjadi Rp 7.000 perliter, dan beras ketan hitam dari harga Rp 24.000 menjadi Rp 20.000. Serta harga telur ayam dari Rp 38.000 menjadi Rp 37.000.

“Penurunan harga dilevel beras ini kurang lebih disebabkan karena bertepatan dengan kondisi panen padi saat ini yang cenderung membaik. Seperti teori ekonomi, yang apabila suply meningkat sementara permintaan menurun maka akan mempengaruhi menurunnya harga,” Jelas H. Haedar.

Selain terjadi penurunan harga, sejumlah bumbu dapur dan sayur-sayuran justru mengalami kenaikan harga namun tidak signifikan, dan masih dapat dikendalikan.

Bawang merah naik dari harga Rp 15.000 ribu naik menjadi Rp 35.000 perliter. Kemudian bawang putih Rp 25.000 naik menjadi Rp 40.000 ribu perkilo. Cabai keriting Rp 15.000 naik menjadi Rp 35.000. Tomat naik dari harga Rp 5000 perkilo naik menjadi Rp 10.000 perkilo. Serta ikan teri kering dari Rp 20.000 menjadi Rp. 90.000.   (cw)