‘Tude’ Berkah Dibalik Kemelut Tambang Pasir Laut

Kemelut dan keraguan masyarakat nelayan terhadap keberadaan tambang pasir di perairan Galesong, Sanrobone dan Pulau Tanakeke perlahan mulai terjawab.

Sabtu kemarin hingga pukul 23.00 wita Sabtu kemarin misalnya, puluhan warga tetangga Galesong memadati sepanjang pantai. Mereka berbondong-bondong menyisir pantai saat mendengar kabar banyak ‘Tude’ di pantai. Kadatangan warga tetangga ini tak menggubris kemelut tambang pasir yang sedang terjadi, tetapi mereka fokus dengan tujuannya untuk mencari ‘tude’. “Ini berkah Allah yang harus disyukuri dan dinikmati,” ujar warga Limbung, Dg Ngai.

Dilain pihak, masyarakat nelayan tetap mempersoalkan aktivitas tambang karena sangat mengganggu bahkan menghilangkan mata pencahariannya. Selain kondisi air laut keruh, juga kata mereka airnya berminyak dan sangat merusak ekosistim laut. “Jalan terbaik yang kami harapkan, Gubernur harus menghentikan penambangan sebagai bentuk kepedeluian pemerintah terhadap rakyatnya terkhusus nelayan,” pinta warga di Galut, Demma.

Kata dia, apa yang terjadi dan terlanjur tidaklah menjadi soal sepanjang aktivitas penambangan tidak ada lagi ‘stop’. “Benar, hamparan tude disepanjang pantai adalah sebuah berkah, tapi tambang juga harus dihentikan,” pintanya yang diamini warga Galesong lainnya.   (ml/R)