Ulah Panitia di Kabupaten, Asap Mengepul di Desa Kampung Beru
TAKALAR – Rekapitulasi hasil seleksi bakal calon kepala desa (balon kades) produksi panitia di Kabupaten melahirkan protes hampir diseluruh desa yang akan Pilkades. Kondisi yang cukup menegangkan tersebut memungkinkan jadi pemicu komplik jika tidak secepatnya di duduk-bersamakan, di desa Kampung Beru (Galesong) misalnya.
Di wilayah ini sore tadi ada aksi warga yang cukup menegangkan. Kobaran api dan kepulan asap hitam mengepul memenuhi cakrawala sebagian Galesong. “Kami tak terima hasil seleksi produk panitia kabupaten,” teriak warga.
Warga dengan suara lantang mengumandangkan penolakan kerasnya terhadap hasil pengumuman P2kd kab Takalar. “Kami tidak akan tinggal diam,” tegas salah satu pendukung balon kades yang digugurkan.
Teriakan mereka menyampaikan adanya ketidak-beresan pada proses seleksi di kabupaten. Warga menuding adanya permainan di kabupaten hingga menggugurkan balon yang mayoritas diinginkan warga. “Kami kuat, makanya digugurkan,” ungkapnya.
Insiden sama juga dilakukan beberapa desa seperti Tamalate (Galut), Desa Kanaeng dan beberapa Desa lainnya.
“Kami tidak terima hasil seleksi yang dilakukan di kabupaten karena sangat sarat kepentingan hingga menggugurkan balon yang diketahui kuat jika ikut pemilihan. Kami akan turun lapangan lakukan aksi protes di Dinas PMD,” tegas warga dimasing-masing desa yang hampir senada. (cw)
