Unkam-PTIK Sharing Sesion Peningkatan Status UIN

MAKASSAR – Tim Pokja Univesitas Keamanan-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (Unkam-PTIK) studi banding ke  Univesitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kunjungan itu dalam rangka sharing session rencana peningkatan status Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) menjadi Universitas Keamanan Negeri (UKN).

Kunjungan ini mendiskusikan proses perubahan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN yang disambut langsung Rektor UIN Alauddin, Prof Musafir Pababbari, MSi.

Turut hadir diantaranya, Wakapolda Sulsel Komjen Syafruddin, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Lemdiklat Polri) Polri, Komjen Pol. Drs. Moechgiyarto, SH MSi, Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen. Pol. Dr. Sigid Tri Hardjanto SH MSi, Karo Kurikulum Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Drs. Hengky Kaluara, DIR Pascasarjana TIK Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Drs Fiandar, Waket Karmadianmas STIK Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Drs. Budi Sardjono MSi dan anggota rombongan lainnya.

Menurut Prof Dr Ashar Arsyad MA, ada beberapa tahapan yang dilalui IAIN, sehingga berubah menjadi UIN Alauddin Makassar yakni sejak tiga bulan masa jabatannya sebagai rektor pada 2002 silam, sudah merencanakan konversi IAIN menjadi UIN.

Tim Pokja UNKAM-PTIK, Prof Ashar juga menyampaikan, perlunya kekuatan berargumentasi saat bertemu dengan stakholder, seperti yang dialamanya. Ia mengaku sejatinya jumlah mahasiswa yang dimiliki IAIN Alauddin pada saat itu tidak memenuhi syarat.

Sementara Rektor UIN Alauddin Prof Musafir Pababbari  menyampaikan, perlunya perubahan mindset dan struktur kelembagaan, ketika menjadi universitas. (hms/r)