Jelang Pilkada di Takalar… Telur Dipasarkan Gratis, Warga…..

Pilkada, momen rezki tak terduga warga masyarakat di kabupaten Takalar. Bagaimana tidak, salah satu dari dua tim pemenangan paslon memanfaatkan waktu dengan membagi rezki kepada masyarakat tanpa memungut biaya. Hanya saja, warga yang kebagian harus penuhi kewajiban untuk memberikan suara pada pilkada Pebruari 2017 mendatang. Sebab kalau tidak, telur yang terlanjur diberikan akan diminta kembali ketika ketahuan tidak pro pada paslon yang berbagi telur.

Dg Ngani yang mengembalikan 15 butir telur ke tim HB – HN

Seperti kejadian yang diceritakan salah seorang warga, Dg Ngani. Kata dia, saat kampanye paslon SK – HD di kelurahan Bajeng, kecamatan Pattallassang, dirinya ikutan hadir untuk melihat alias menonton. Tapi saat hadir di lokasi kampanye, ada tim HB – HN melihatnya hingga berakhir dengan pengembalian telur sebanyak 15 butir yang pernah diberikan. “ Telurnya saya kembalikan utuh 15 butir,” ungkap Dg Ngani kecewa.

Padahal katanya, 3 dari 15 butir telur pemberian itu sudah di goreng. Tapi si pemberi meminta dikembalikan, ya saya kembalikan dengan membeli 3 butir yang sudah di makan.

Dg Ngani hanya menoreh pesan kepada warga lainnya untuk tidak menerima pemberian dari tim HB – HN karena selain tidak ikhlas, pasti ’napakisiriki.’ Bukan hanya telur yang dibagikan, tapi juga minyak dan kebutuhan rumah tangga lainnya
Cerita bagi telur juga diperkuat penyampaian Koordinator Tim Media HB-HN, Dr. H. Nawir Rahman, SE.,M.Si yang menyangkal adanya anggota TIM yang meminta kembali telur yang sudah dibagikan kepada warga di Kelurahan Bajeng, Kec. Pattallassang.
Kata dia, jikalau ada telur yang dibagikan kepada warga masyarakat, maka itu wujud kepedulian dari yang berlebih kepada warga yang bermaulid. Maksudnya, pemberian itu jauh dari kesan political interest Pilkada. (cw/R)