Prof. Elkawakib “Bawang Merah Beri Harapan ekonomi Masyarakat”
MAKASSAR – Pandemi covid-19 tidak menjadi sandungan melakukan aktivitas, apalagi mempengaruhi perekonomian masyarakat sepanjang kemauan ada dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan pemerintah. Alam pertanian wing solusinya dengan pengembangan comoditi bawang merah sebagai salah satu kebijakan Nasional. Di mana kebutuhan bawang merah sebanyak 1,6 juta ton pertahun cukup punya pengaruh.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar Prof.Dr.Ir.Elkawakib Syam’un MP mengutarakan, melalui program unggulan perguruan tinggi dalam kontes pemberdayaan masyarakat, diharapkan bisa memberi pemahaman kepada petani agar menggunakan bibit biji bawang merah karena mampu menciptakan pertanian yang efektif bagi petani sehingga bisa menghemat biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Perbedaan budidaya menggunakan TTS dan konvensional adalah jika menggunakan sistem konvensional, kebutuhan bibit mencapai 1,5 ton per Ha senilai Rp 45 juta.
“Saya bisa mendiskriminasi ilmu dari perguruan tinggi di mana comodity bawang merah sangat memberi harapan dalam melakukan rekapri-rekapri perekonomian dalam kondisi sekarang ini,” jelas Elka yang ditemui disela aktivitasnya di Unhas..
Dirinya sangat bersyukur, karena bawang merah tidak berpengaruh harga di pasaran. Budidayanyapun sangat mudah dan cepat hasil. Karena bawang merah ini selain umurnya singkat kurang lebih tiga bulan dan pangsa pasar bangus.
“Tanam bawang merah sangat diyakini akan memberikan harapan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Nappa/cw)
