DPRD Minta Agar OPD Berinovasi dan Berkreasi
TAKALAR – Serapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) hingga akhir triwulan ketiga diseriusi dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) karena dianggap rendah. Hal tersebut disampaikan legislator partai Demokrat, Husniah Daeng Tayu saat dihubungi wartawan.
Kata dia, realisasi serapan APBD 2023 secara umum sampai di bulan September cukup rendah karena masih 61% dan mencatat ada 10 organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkup Pemkab Takalar serapan anggarannya masih rendah.
OPD yang serapannya rendah bebernya, yakni Dinas Pertanian dan ketahanan pangan, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan PMD, Dinas PTSP dan Penanaman Modal, Badan Pendapatan Daerah, Badan Keuangan Aset Daerah, Dinas PUPR, dan Dinas Perhubungan.
Ia juga memaparkan agar perlunya kreatifitas dan inovasi dalam cara permintaan serta ditunjang rencana arus kas yang dibuat oleh OPD maka realisasi anggaran dapat berjalan sesuai penganggaran dan tidak signifikan di triwulan keempat.
Dijelaskan Tayu, serapan anggaran yang rendah dipengaruhi banyak faktor diantaranya PAD yang belum mencapai target sementara beberapa kegiatan dihadapkan dengan sumber dana PAD dan regulasi mengatur tentang mekanisme proses pencairan dana specific grant terhadap progress kegiatan.
Selain itu juga diperhadapkan dengan sumber dana DAU SG harus mencapai 75 % untuk bisa melakukan pencairan, dilain sisi sumberdaya di OPD yang masih terbatas dalam memaknai regulasi sehingga tidak mampu melakukan inovasi dalam pelaksanaan kegiatannya. (Lulu/c)
