APH di Harap Bisa Menguak Racikan Kosmetik di Perumda

TAKALAR – Polemik aktivitas usaha racikan kosmetik di Perumda masih jadi perbincangan dengan kebebasannya beroperasi. Hal itu melahirkan tanda tanya yang mengarah ke kinerja Kepolisian. “Ada kesan “Tutup Mata” terhadap usaha racikan kosmetik yang diduga kuat tak memiliki izin lingkungan dari DLHP.

Izin lingkungan yang diduga tidak dimiliki pengusaha yakni izin pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“ Aparat harus turun melakukan penyelidikan untuk menguak apakah produk yang dihasilkan itu memiliki legalitas berupa izin dari BPOM atau tidak,” tandas salah seorang aktivis di Kabupaten Takalar, Nixon Sadli Karma.

Nixon juga beberkan, ada hal lain yang juga perlu ditelisik yakni soal dugaan adanya limbah berbahaya dari aktivitas industri tersebut. Karena katanya, industri ini masuk kategori resiko tinggi dan berada dalam kompleks perumahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Syahriar yang sebelumnya dikonfirmasi sejumlah awak media, mengaku, bahwa pihaknya belum pernah mengeluarkan izin pengolahan limbah kepada usaha racikan kosmetik di perumahan Pemda Takalar tersebut.

“Sejauh ini, kami belum pernah mengeluarkan izin pengolahan limbah kepada industri tersebut,” akunya.

Hal senada diutarakan seorang pejabat di DLHP Takalar yang enggan disebut namanya. Menurut dia, pihak pengelola kosmetik yang produknya berinisial ASK itu tidak pernah mengurus persyaratan laiknya sebuah usaha.

Seharusnya, lanjut dia, perusahaan itu harus mengantongi tiga jenis dokumen izin yang dipersyaratkan. Yaitu, dokumen lingkungan, izin IPAL, dan dokumen izin pengolahan limbah B3. “Tiga dokumen ini sama sekali belum dimiliki oleh industri kosmetik tersebut,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Agus Purwanto yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap usaha kosmetik di perumahan Pemda Takalar tersebut.

Hanya saja, saat ditanya sudah sejauh mana perkembangan penyelidikan lapangannya, ia enggan menjawab. “Kami sementara melakukan penyelidikan dilapangan,” katanya singkat via pesan Whatsapp. (cw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *