Dana Desa di Banyuanyara Gandeng Kepentingan Politik Kadesnya..?
SANROBONE – Indikasi adanya pembauran kepentingan politik Kades Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone dengan pekerjaan atau proyek yang dibiayai dana desa setempat jadi topik perbincangan. Pasalnya, Kades ditengarai menjadikan proyek dana desa bargaining kepentingan politik salah satu caleg.
Kabar mengendus, Kades bahkan mengintimidasi hingga akan melaporkannya ke berwajib jika dukungannya kelain caleg. “Kami digertak tidak akan mendapatkan bantuan Dana Desa dan bahkan bisa kehilangan hak sebagai penerima Sembako kalau tidak ikuti kemauan Kades,” curhat warga.
Sebelumnya, Divisi Investigasi LSM Perak Sulsel Rahman Samad mengharap agar aparat penegak hukum baik itu Kejaksaan maupun Kepolisian untuk segera mengusut beberapa Proyek yang dikerjakan Kepala Desa Banyuanyara, kecamatan Sanrobone terkhusus yang bersumber dari Dana Desa.
Karena lanjutnya, hasil investigasinya pada Jum’at, 10/11/2023 bersama rekannya dilapangan mengungkapkan bahwa ada beberapa Proyek yang bersumber dari Dana Desa di Banyuanyara yang dikerjakan diduga dimarkup. “Salah satu pekerjaan yang dimaksud adalah Rehab Plat Dekker yang berlokasi di dusun Pakalli dengan ukuran 2,5 × 1,5 meter dengan anggaran 18 juta.
Lau siapa calon legislatif yang dipertaruhkan Kades Banyuanyara hingga memanfaatkan kedudukannya dengan intimidasi….?
Kades Banyuanyara hingga kini masih belum berhasil dimintai keterangannya. Ponsel yang digunakan selalu berada diluar area. (c/rd)
