Insiden Malam Jum’at di Bonsel Selesai Lewat Mufakat Keluarga
Peristiwa kesalah-pahaman dua anak baru gede (ABG) di kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) Kamis malam lalu akhirnya berakhir dengan mufakat keluarga. Kedua anak yang berseteru ternyata masih satu keluarga yakni anak Kades Sengka dan putra Camat Bonsel.
BONTONOMPO – Insiden yang mengagetkan warga utamanya petugas keamanan Kamis( 19/3) sekitar jam 23.00 wita berkesempatan viral di medsos. Bagaimana tidak, kelompok remaja yang sedang mengendarai sepeda motor dan menimbulkan kebisingan di malam itu ditegur ‘Rias’ yang diketahui putra Kepala Desa Sengka.
Karena yang ditegur, Auliandi Nurdani tak terima baik, akhirnya terjadilah hal tak diinginkan. Karena tak terima ditegur, putra Camat Bontonompo Selatan (Bonsel), Danial S Sos inipun beraksi hingga terjadilah insiden yang mengagetkan warga sekitar.
Diuntungkan, Kades Sengka, Daeng Tunru masih ngobrol di Pos Kamling dan mengamankannya. Usut punya usut, ternyata masih satu rumpun keluarga. “Namanya anak-anak, mereka tidak saling kenal dan butuh pembinaan,” kata Kades.
Sementara Ustadz Amiruddin Bakri Daeng Panjang berharap sesegera mungkin menyelesaikannya di Polsek setempat. Artinya, bukan berarti tidak bisa dan tidak di depan orang yang sama pejabat, ada Kades dan Camat kecuali dapat menjadi azimat, perhatian kalau dihadapan Polisi.
Salah seorang Tokoh masyarakat setempat Baharuddin Sarro, S.Pd, MM yang juga paman Rias, anak Kepala Desa sependapat dengan Ust Panjang sapaan akrab Amiruddin Bakri.
Menurutnya, mereka anak remaja tergolong di bawah usia dan butuh pembinaan sehingga tidak usah di proses hukum. Masalahnya ini sepele, cuma ada oknum yang memprovokasi bahkan mengkompori insiden lewat medsos.
Ketua Penasihat PWI Kab.Gowa, Burhanuddin Nas Daeng Mangung yang dimintai komentarnya terkait insiden di Desa Sengka menegaskan untuk senantiasa mengkomunikasikan pemberitaan guna menghindari kerawanan berita yang tidak konfirmatif alias balance yang cenderung melabrak UU Pers No.40/1999. Apalagi berita provokatif, bisa mengundang kerawanan sosial. (Nyampa/Om)
