Jelang Akhir Tahun, Diminta Percepatan Realisasi APBN 2021
Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya percepatan realisasi APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setiap kementerian/lembaga diminta untuk berkonsentrasi dalam mempercepat realisasinya.
JAKARTA – Presiden juga menginstruksikan Mendagri, Tito Karnavian untuk memperhatikan serapan APBD daerah yang masih rendah. “Tekankan pada mereka bahwa APBD ini penting untuk pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta Rabu kemarin.
Dikatakan, tantangan tahun 2022 akibat pandemi Covid-19 ada pada potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia. Karenanya, Presiden meminta agar APBN tahun 2022 harus dapat menjadi instrumen utama dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi Nasional.
“APBN di tahun 2022 harus bisa menjadi instrumen utama untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya tahan ekonomi, mengakselerasi daya saing utamanya daya saing di ekspor dan investasi,” imbuhnya.
Penajaman dan efisien belanja perlu dilakukan dan anggaran belanja yang tidak perlu dapat dialihkan ke anggaran belanja produktif dan anggaran tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan pada Januari 2022. Artinya di bulan ini dipersiapkan administrasi agar di awal tahun sudah bisa dieksekusi serta dasar untuk pelaksanaannya.
Dipihak lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menekankan, di tahun 2022 setiap kementerian/lembaga diminta melakukan pencadangan anggaran sebesar lima persen dari anggaran keseluruhan untuk menghadapi kemungkinan akibat Covid-19. “Ada satu hal yang penting untuk 2022, Bapak Presiden juga menginstruksikan agar seluruh kementerian/lembaga melakukan pencadangan, sehingga kalau sampai terjadi adanya situasi seperti yang kita hadapi dengan varian Delta di bulan Juli-Agustus lalu, kita tidak perlu melakukan refocusing yang membuat disrupsi di dalam pelaksanaan anggaran,” pungkasnya. (BP.Kepresidenan/rd)
