Pari’risi Gelap, Pohon Pisang Tumbuh di Badan Jalan Desa Patani

TAKALAR – “Sisalai Bulunna Na Tingkokona” menjadi fakta pemerintahan SKHD yang dulunya tak senang melihat kontes mutasi di zaman pemerintahan sebelumnya, namun menjadi hoby saat kekuasaan digenggamannya. Tidak hanya itu, Pemkab-pun saat ini membiarkan kota Pari’risi jadi gulita bak Kota Mati di malam hari.

Tak salah, jika rakyat yang merasa termarginalkan melakukan aksi protesnya dengan caranya sendiri sebagaimana dilakukan warga Dusun Mangngulabbe, Desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu (Mapsu) dengan menanami pohon pisang di badan jalan yang kerusakannya cukup parah.

Kondisi Kota Takalar ‘Pari’risi’ di malam hari

“Hanya cara ini yang kami bias lakukan karena tak memiliki kemampuan berargumen,” ungkap warga setempat saat disambangi sore kemarin.

Kata warga, Menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes ke pemerintah karena tak kunjung ada perbaikan. “Pohon pisang tersebut di tanam sejak hari Rabu (7/4) di badan jalan,” katanya.

Mereka juga berharap adanya kepedulian wakilnya yang duduk di parlemen.   ©