Pemerintahan ‘Semau Gue’ Akhirnya Terjawab Lewat Surat KASN

Mutasi yang terkesan “Semau Gue” dan menjadi bagian terdepan Pemerintahan Bupati H. Syamsari Kitta kembali dapat jawaban dari KASN.

TAKALAR – Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) akhirnya melayangkan surat Rekomendasi Pelanggaran Sistem Merit dalam lingkup Pemerintaha Kabupaten Takalar sehubungan laporan pengaduan tertanggal 4 dan 5 Pebruari 2022.

Bupati H. Syamsari Kitta saat mengumandangkan janji politiknya di Pilkada lalu

Surat bernomor B.678/KASN/02/2022 ini merekomendasikan untuk mengembalikan ke jabatan semula atau setara berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku. KASN juga meminta ke Pemkab untuk segera menindak-lanjuti dan melaporkan hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama.

Adapn dua aparat sipil Negara (ASN) yang di mutasi (non job) dari jabatannya berdasarkan rekomendasi KASN masing-masing Bansuhari Muhammad Said, S.Ap, MSi Kabid Kebersihan pad Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Mustaqiem, S.Sos, MSi Sekertaris Dinas Komunikasi dan Informatika.

Berkiblat dari proses dan prosesi mutasi yang dilakukan Pemkab yang tidak procedural menunjukkan ketidak-profesionalan Pemerintahan Bupati H. Syamsari Kitta dan lebih mengedepankan egonya hingga melahirkan kesan Pemeritahannya ‘Semau Gue’.

Meski kedua pejabat baik Bansuhari maupun Mustaqiem belum berhasil dimintai konfirmasinya, namun dari pihak keluarga dan handai taulannya mengutarakan terima kasihnya ke KASN atas proses yang begitu cepat ini karena hanya 14 hari setelah laporan masuk, rekomendasinya keluar.

“Kerja-kerja KASN sangat luar biasa. Komisi ASN ini adalah wadah semua ASN di seluruh Indonesia untuk mengadu atas ketidak adilan yang terkadang ASN terima,” ungkap keluarga kedua ASN ke trialief.   (cw)