Pengurus Pokdarkamtibmas Dilantik dan Siap Membantu Penegak Hukum

MAKASSAR — Pengurus Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Resor Kota Makassar, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Pokdarkamtibmas Sulawesi Selatan (Sulsel) Thamrin Mensa disaksikan Dirbinmas Polda Sulsel Kombes  Pol Andi Heroe Santoso.

Pelantikan dan pengukuhan yang berlangsung di Baruga Angin Mamiri, Rujab Walikota Makassar, Kamis pagi (8/4/2021) ini merupakan daerah yang kedua setelah Resor Wajo dikukuhkan belum lama ini. Sementara itu di Indonesia telah terbentuk di 22 provinsi. Sulsel merupakan provinsi ke 22 yang dilantik dan dikukuhkan.

Organisasi ini merupakan wadah berkumpulnya pada relawan yang siap membantu penegak hukum untuk mengamankan dan menertibkan masyarakat.

Hadir menyaksikan pelantikan di antaranya Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Akhmad Nansum mewakili Walikota Makassar, Kasdim 1408/BS Letkol Adnan, Kasat Binmas polrestabes Makassar AKBP, Adzan Subuh dan 12 Kapolsek dalam jajaran Polrestabes Makassar.

Dalam sambutannya Akhmad Nansum meminta kepada pengurus Pokdarkamtibmas Resor Kota Makassar untuk segera menyusun program dan rancangan kerja agar Pemkot Makassar melalui Kesbangpol dapat memberikan anggaran hibah pada tahun anggaran 2022.

‘’Kalau organisasi tidak didukung oleh sesuatu yang dapat menggerakkan rodanya maka tentu saja organsiasi itu bisa jalan di tempat,” katanya yang disambut aplous pengurus Pokdarkamtibmas.

Ia melanjutkan teciptanya kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan masyarakat suatu wilayah, merupakan salah satu dari modal dasar pembangunan.  Sebab tanpa terciptanya keamanan dan ketertiban di suatu wilayah, maka proses pembangunan akan mengalami kendala.

‘’Ini tentu saja dapat mengancam dan mengganggu pelaksanaan atau jalannya aktivitas pembangunan yang di harapkan berjalan sukses,” katanya.

Ketua Pokdarkamtibmas Kota Makassar, Agus Suherman menegaskan setelah pengukuhan dan pelantikan tersebut bersama pengurus lainnya ia telah berkomitmen untuk tancap gas melaksanakan program kerja dan mengukuhkan seluruh 12 sektor yang masuk dalam jajaran Pokdarkamtibmas Resort Kota Makassar.

‘’Insya Allah dalam waktu 20 hari ke depan kami akan melengkapi seluruh sektor yang ada untuk selanjutnya menjalankan program dalam rangka membantu aparat kepolisian menjaga Kamtibmas di kota Makassar,” tegas Agus.

Hal senda dikatakan Ketua Ketua Pokdarkamtibmas Sulawesi Selatan (Sulsel) Thamrin Mensa. Ia  meminta kepada pengurus Pokdarkamtibmas Resor Makassar yang baru saja dilantik untuk melaksanakan tugas-tugasnya dalam rangka membantu kepolisian secara suka rela menciptakan Kamtibmas di wilayah Kota Makassar.

Dirbinmas Polda Sulsel Kombes  Pol Andi Heroe Santoso mengaku peran serta masyarakat dalam membantu terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sangat penting. Apalagi jumlah personil polisi di Sulsel belum mencukupi rasio yang diinginkan.

‘’Jumlah personil Polri di Sulsel saat ini masih 1 banding 800. Padahal idealnya 1 banding 400,” ungkap Kombes Heroe.

Menurutnya,  kehadiran Pokdarkamtibmas paling tidak bisa membantu jajaran kepolisian mengurangi tindak kejahatan yang terjadi di wilayah masing-masing.

‘’Saya yakin nanti beban Kapolsek bisa lebih ringan dengan hadirnya Pokdarkamtibmas. Apalagi seperti yang disampaikan Ketua Umum Pokdarkamtibmas, anggota Pokdarkamtibmas masing-masing desa minimal ada 20 orang.

‘’Ini bisa membackup tugas Kapolsek. Nah, inilah pentingnya kehadiran Pokdarkamtibmas yang sudah diprakarsai dari pusat sejak 2019. Saat ini sudah ada 22 pengurus provinsi di Indonesia,” jelas Kombes Heroe.

Di Sulsel saat ini baru dua kabupaten dan kota yang terbentuk yakni Kabupaten Wajo dan Kota Makassar. Selanjutnya akan menyusul Soppeng, Parepare dan daerah lainnya.

Menurut Kombes Heroe, peran serta masyarakat sangat penting dalam menicptakan keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu pengurus Pokdarkamtibmas yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, diharap bisa berperan serta mempengaruhi masyarakat.

‘’Di kepengurusan Pokdarkamtibmas Resor Makassar ada dosen, pengusaha, ustadz, anggota dewan dan lainnya. Nah kalau semua bergerak dan mampu mempengaruhi masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban,  saya yakin kita akan hidup aman dan tentram,” katanya.

Ia mencontohkan kasus bom bunuh diri yang baru saja terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral belum lama ini. Juga kasus di Jakarta.

‘’Kita benar-benar kecolongan dengan adanya kejadian di Makassar dan Jakarta. Oleh karena itu kita berharap ini tidak lagi terulang.  Kalau ada informasi yang terkait dengan paham radikal, segera lakukan pembinaan. Jangan sampai adik-adik kita yang ada di Sulsel terpapar paham seperti itu,’’ ujar Kombes Heroe.

Ia menyebut, pandemi covid-19 yang belum berakhir bisa saja membuat masyarakat dalam kondisi pikiran kosong. ‘’Saat itulah orang mudah dimasuki hal-hal yang mampu mempengaruhi emosi mereka. Misalnya diiming-imingi sesuatu yang tidak masuk akal. Seperti iming-iming masuk surga.

‘’Di situlah perang anggota Pokdarkamtibmas bagaimana memberi kesadaran kepada masyarakat,” kata Heroe mengingatkan.(**)