Penyegelan Tambang di Tanrara Berujung Hukum

GOWA – Prosesi penyegelan yang disertai penyitaan alat berat terhadap aktivitas tambang di Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel) akhirnya menemui titik terang. Pihak Kepolisian Polres Gowa mulai melakukan penyelidikan dengan melayangkan panggilan ke sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

“Kami berharap komitmen dan konstitensi aparat penegak hukum di Kabupaten Gowa tidak menutup mata terhadap pelanggaran hukum lainnya, tentunya lebih khusus kepada para pelaku tambang yang tidak mengantongi izin,” curhat salah satu saksi yang dapat jatah panggilan.

Sekedar diketahui, penyegelan tambang yang menurut warga setempat dipicu oleh ketidak-fairan sosok aparat dalam penegakan supremasi hukum hingga mencelakai satu titik lokasi tambang. Padahal kata mereka (warga red.), pra hingga pasca penyegelan tambang di lokasi Desa Tanrara, terdapat titik tambang aktif yang berada di wilayah kecamatan Bontonompo Selatan.

“Jika kepolisian berasumsi adanya laporan atau postingan media sosial (medsos) hingga dilakukan penyegelan dan penyitaan armada, maka dalam waktu dekat akan juga dilaporkan sejumlah titik tambang yang masih aktif dan beroperasi,” pungkasnya.

Seperti dimediakan sebelumnya, pasca penyegelan di Desa Tanrara, ada dua tambang yang melakukan aktivitas penambangan di wilayah Bonsel tanpa adanya teguran dari pemegang kendali pengamanan di Bonsel yakni Kepala Pos Polisi Bonsel.

“Penyegelan dan penyitaan alat berat di Desa Tanrara, itu perintah atasan,” ucap Kapo-Pol Bonsel saat dihubungi. (c)