Pokja Diduga Bermain, LPSE Tidak Tampilkan Jadwal

TAKALAR – Belum pupus pembicaraan pengumpulan fee proyek di tahun anggaran (TA) 2021, kini gambaran persekongkolan kembali mencuat. Pasalnya, rekanan yang ikut lelang (tender) tahun ini (2022) mengaku resah dan was-was karena hingga sekarang Pokja belum tampilkan jadwal di LPSE.

 Padahal kata mereka (kontraktor maksudnya red.) proses lelang sudah dilaksanakan dan jelas perusahaan penawar terendah dengan klasifikasi rengkingnya. Namun pihak Pokja terkesan menutupi sesuatu yang indikasinya mengarah ke pengaturan tender.

“Pokja tidak menampilkan di system hasil evaluasi sehingga rekanan yang ikut menawar tidak mengetahui apa yang menjadi kesalahan dalam berkas penawaran mereka,” ungkap salah satu rekanan ke trialief.

Sementara baik Pokja maupun Kabag ULP tak bisa dihubungi karena jarang ada di kantor, dan ponsel mereka tidak ada yang bisa dihubungi. “Tidak berubahji kapan sedari dulu, pokja apalagi Kabag ULPnya susah ditemui,” kata pegawai di kantor Bupati. Menyikapi kondisi tersebut, indikasi pungutan bertajuk persekongkolan di proses lelang sedari sekarang sudah tergambarkan. “APH, tunggu saja laporan kami,” pungkas rekanan yang belum bersedia jati dirinya dipublikasikan.   (chiwa)