Polres Gowa Tak Sanggup Hentikan Pengrusakan Lingkungan di Bontonompo

Aksi pengrusakan lingkungan bertajuk tambang pasir di Kecamatan Bontonompo sepertinya jadi ladang penghasilan oknum aparat kepolisian di Gowa.

BONTONOMPO – Fenomena menarik namun mengesalkan masih saja mewarnai aktivitas penambangan di Kecamatan Bontonompo meskipun pihak kepolisian berjanji akan menindak-lanjuti dan melakukan penghentian saat mahasiswa berorasi (demo) beberapa hari lalu.

Namun janji polisi yang diumbar di depan pengunjuk rasa (pengunras) tak berpengaruh pada penambang khususnya yang titik galiannya di Desa Manjapai, Kecamatan Bopntonompo Utara.

Bagaimana tidak, pagi tadi, Selasa (2/8), trialief melihat armada pengangkut pasir masih tak hentinya menebarkan debu disepanjang jalan poros Kalase’rena – Manjapai. “Saing caritaji petugaska (ceritanya banyak petugas red.),” ketus warga sekitar rute angkutan pasir dengan logat makassarnya.

Dipihak lain, komunitas mahasiswa yang melakukan aksi menegaskan kalau rekannya akan kembali turun jalan kalau para penambang di Bontonompo terus dibiarkan.

Kembali dikabarkan, kepolisian Gowa beberapa bulan lalu melaukan penyegelan, penangkapan dan memenjarakan salah satu pelaku tambang yang aktivitasnya baru sehari di Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan (Bonsel). Undang-undang yang dikenakan ‘Pengrusakan Lingkungan’ dengan ancaman hukuman di atas 2 tahun.

 Anehnya, perusak lingkungan lainnya yang sudah karatan melakukan penambangan dibiarkan beraktivitas hingga sekarang. “Ada apa dengan petugas hingga tak sanggup menghentikan aktivitas penambang di Bontonompo…?”   (chiwa)