Pungli BKPRMI, Ini Oknum Disebut-sebut Biangnya

TAKALAR – Kabar pungutan liar (pungli) atau lebih sederhana permintaan uang terhadap penerima manfaat bantuan covid dari Kementerian Agama (Kemenag) ke TKA/TPA sebanyak Rp.4 juta per-TKA/TPA perlahan masalahnya menemui titik terang. Pihak Kejaksaan yang peka dengan soal terus mencari tahu jawabannya dengan memintai keterangan sejumlah saksi dalam lingkup BKPRMI.

Meskipun oknum yang disebut-sebut menyuruh dan menerima hasil dari pungutan 40 persen dari total bantuan yang diterima TKA/TPA sebesar Rp.10 juta enggan mengaku, namun Kejari tetap melakukan upaya guna membuka tirai soal yang tidak anusiawi ini.

Salah satu saksi kunci yang dihubungi trialief Jum’at kemarin menyampaikan kalau dirinya telah dipanggil dan dimintai keterangan di kantor kejaksaan. Dia menegaskan kalau dirinya yang mengantar uang hasil pungutan dari TKA/TPA ke oknum yang disebut-sebut berinisial ‘AH’.

“Yang bersangkutan (oknum AH) tidak mau mengaku kalau dirinya menerima uang dari hasil pungutan itu,” terang saksi yang berharap tidak memperjelas identitasnya jika dimediakan.

Pastinya kata dia, kejari terus mencari dan mengumpulkan datanya yang memungkinkan tidak waktu lama akan memperjelas status lidik ke sidik.

Sementara pihak Kejari hingga informasi ini tayang belum berhasil dimintai konfirmasinya. “Jelasnya, soal pungli BKPRMI, kejari sedang melakukan lidik,” pungkas sumber di kejari.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Aksin Swarso yang mengaku tidak pernah melihat apalagi menerima sepeserpun uang dari hasil pungutan dimaksud. (c)