DaerahHukumPeristiwaTAKALAR

‘Server LPSE Offline’ Benarkah Sinyal Permainan Panitia Lelang..?

Meskipun belum ada jawaban jelas dari pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) maupun pihak panitia lelang, namun tudingan adanya permainan panitia lelang berkecamuk di area candaan (warkop).

TAKALAR – “Server LPSE bukan alat abal-abal. Jadi kalau mati mendadak, itu sinyal adanya persekongkolan jahat memenangkan salah satu perusahaan yang komitmen,” canda penggemar kopi disalah satu warkop di Takalar sore kemarin.

Dilain pihak, salah seorang rekanan menyampaikan kalau kondisi server LPSE mengalami kerusakan dan dalam proses perbaikan. Kata dia, masalahnya ribet karena operator yang tahu dan mahir di mutasi dan susah dihubungi. “Lagian setahu saya tidak ada lelang, yang ada di urus cuma paket penunjukan langsung (PL),” urainya membela LPSE.

Sekedar diketahui, pemasukan penawaran berlangsung selama tiga hari dan di hari terakhir itulah server LPSE offline hingga menyulitkan rekanan memasukkan penawarannya. Kalaupun dibuka Rabu kemarin, nanti jarum jam menunjuk angka 10 yang bertepatan dengan tertutupnya penawaran. Adapun paket perkerjaan yang di lelang yakni pembagunan Puskesmas Bontomangape.    (cw)