Sorot Integritas, KPK Ungkap Jual Beli Jabatan

MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Alexander Marwata mengungkap, jual beli jabatan itu hampir merata di setiap daerah yang ada di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Alexander usai membuka Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi pada Pemerintah Provinsi Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel belum lama ini.

Hal itu terjadi karena persoalan integritas yang memang sangat minim. Sikap dan watak integritas yang tidak muncul dari dalam diri pribadi. Tidak hanya pejabat, tapi semua individu berhadapan dengan persoalan integritas.
“Ada yang sering saya katakan, pentingnya karakter dalam membentuk sebuah karakter bangsa berintegritas. Kadang-kadang timbul pertanyaan, ada tidak kaitannya antara integritas dengan religiusitas? Kalau pertanyannya kesana. Rasanya kita patut prihatin. Kita ini kan bangsa yang memiliki tingkat religiusitas tinggi. Tapi ketika kita melihat perilaku, tingkat korupsi juga tinggi. Kan tidak nyambung jadinya,” katanya.
Dicontohkan Alex, kasus Bupati Klaten yang melakukan jual beli jabatan dan akhirnya tertangkap. Padahal sebelumnya, bupati tersebut sudah ikut menandatangani komitemen bersama pemberantasan korupsi berintegritasi bersama semua kepala daerah se- Jawa Tengah.”Artinya, ini kembali ke persoalan integritas. Memang di sini yang dibutuhkan adalah komitmen. Salah satunya, pihak KPK terus mendorong penerapan e-goverment dalam rangka meningkatkan pelayanan,” jelasnya.  (ar/R)