Status Tersangka Gubernur SulSel Akhirnya Ditetapkan

Polemik penangkapan Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah akhirnya menemui titik terang. Penetapan status tersangkanyapun resmi disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri,pada live konpres KPK.

JAKARTA – Asumsi tudingan hingga tampikan dari beragam sumber termasuk penyampaian juru bicara Gubernur SulSel yang ramai di group whatsApp dan facebook, kini sudah jelas. Itu memberikan gambaran jelas akan adanya suatu pelanggaran yang dilakukan Gubernur hingga KPK menangkap dan memboyongnya ke Jakarta hari itu juga (kemarin mksdnya).

Adalah ‘GRATIFIKASI’ atau kasus dugaan korupsi suap terkait perizinan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sinjai. “Tersangka dalam kasus penerimaan hadiah atau gratifikasi terhadap penyelenggara negara terkait perizinan pembangunan infrastruktur di lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” terang Firli.

Dikutif dari sulsel satu.com, Firli juga menetapkann dua tersangka lainnya yakni Agung (si pemberi suap) dan Edi Rachmat yang tak lain adalah Sekretaris Dinas PU Sulsel. Jumlah suap yang didugakan kepadan Nurdin Abdullah adalah Rp2 miliar.

“Kami prihatin dengan tindak korupsi ini. Karena ini merugikan rakyat apalagi di masa-masa sekarang di tengah pandemi Covid-19,” lanjut Firli.

Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan maraton selama beberapa jam sejak siang tadi. “Kepada tersangka akan ditahan selama 20 hari di rutan cabang KPK,” kata Firli.

Akhirnya, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengadu nasib dibalik prodeo KPK yang sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Sabtu 27 Februari.   (*/c)