DaerahHukumPeristiwaTAKALAR

Tak Berdasar, BRI Takalar Tuding Nasabah Berutang Rp. 2 M

Dituding berutang senilai Rp. 2 Miliar, nasabah BRI Cabang Takalar berupaya mencari tahu dasar piutangnya dan sudah merugikannya hingga puluhan miliar. Hingga kini, BRI tidak bisa memperlihatkan fakta administrasi sebagai dasar tudingannya.

TAKALAR – Korban permainan managemen BRI Cabang Takalar, H. Mustafa Nasir hingga menvonis dirinya di Pengadilan Negeri (PN) memiliki piutang, padahal pihak BRI sendiri tidak memegang dasar perjanjian piutangnya. “Saya heran, kenapa BRI bisa dimenangkan waktu itu,” ujar H. Mustafa Nasir.

Menurut korban pengibulan BRI ini ke wartawan, kasusnya sudah pernah bergulir di Pengadilan Negeri Takalar yang juga melahirkan salinan putusan yang terkesan keliru dengan perbedaan angka dan bilangannya. Disalinan putusan tersebut, terdapat tulisan keliru diantaranya Addendum perjanjian kredit No. 82 tanggal 25 April 2007, angka Rp. 100.000,00 ditulis terhitung seratus juta rupiah dan pada addendum No. 49 tanggal 24 April 2008 juga mengalami kekeliruan tulisan yang angka rupiahnya Rp.150.000,00 namun terbilang seratus lima puluh juta rupiah.

Nasabah yang dituding berutang senilai Rp. 2 Miliar ini terlihat membawa kembali beberapa lembar data yang menurutnya, merupakan bukti indikasi kesalahan fatal pihak BRI Cabang Takalar yang mengakibatkan dirinya dirugikan Puluhan Miliaran Rupiah.

Bukti-bukti tersebut menurut H.Mustafa Nasir adalah terkait suplesi dan perpanjangan. karena suplesi dan perpanjangan seharusnya bukan dari saldo debit. “Mengenai suplesi dan perpanjangan pihak BRI Cabang Takalar mengambil di plafond bukan pada saldo debit. Hal ini sangat merugikan saya, karena seharusnya dia mengambil dari saldo debit. “ Ungkap H. Mustafa.

“Kalo di hitung kerugian kerugian saya antara tahun 1995-2015 sekitar 15 miliar lebih. Ini saya temukan dalam rekening koran. Dan kesalahan ini menurut saya sangat fatal. Sebenarnya masih banyak lagi kejanggalan yang lain. Termasuk perhitungan debit-kredit lainnya. Nanti saya sebarkan ke media satu per satu,” janji Mustafa mengaku sangat meragukan kredibilitas BRI Cab. Takalar.  (cw)